Iklan Responsive Bawah

Lengkap! Inilah Pakaian Adat Kalimantan Barat dan Keterangannya

Biasanya, baju adat suatu daerah tidak terlepas dari mayoritas suku yang ada di sana, seperti suku Dayak dan Melayu yang menjadi mayoritas di Kalbar. Kedua etnis inilah yang kemudian menjadi simbol kebudayaan Kalbar. Itulah kenapa pakaian adat Kalbar indentik dengan Dayak dan Melayu. Berikut pakaian adat Kalimantan Barat dan keterangannya.


Pakaian Adat Dayak

Pakaian adat Dayak Kalimantan Barat terlihat sangat khas dan mungkin juga cukup menyeramkan bagi sebagian orang yang tidak familiar. Pakaian adat ini memilki nilai filosifi yang cukup dalam dan terdiri dua model, yaitu model untuk laki-laki dan perempuan.

Baju adat Dayak untuk laki-laki dikenal sebagai King Baba. King dalam bahasa Dayak berarti pakaian dan Baba berarti laki-laki. King Baba sendiri terbuat dari bahan dasar kulit kayu tanaman ampuro atau istilah lainnya kayu kapuo. Kayu kapuo bukan sembarang kayu, kayu ini ialah sebuah tumbuhan endemik di Kalbar yang memiliki kandungan serat tinggi.

Proses pembuatan King Baba cukup unik. Kulit kayu ampuro terlebih dahulu di masukkan ke dalam air, kemudian dipukul-pukul dengan menggunakan palu bulat, hingga yang tertinggal hanya seratnya saja. Ketika sudah lentur, kulit kayu tersebut kemudian dijemur hingga kering secara merata.
Setelah itu, kulit kayu tinggal dihias dengan lukisan-lukisan khas Dayak yang menggunakan bahan pewarna alami. Hasil olahan kulit kayu tersebut kemudian dibentuk hingga pada akhirnya menyerupai sebuah rompi tanpa lengan dan celana panjang.

Baca juga :

Tidak hanya itu, serat kulit kayu tersebut juga dibuat untuk ikat kepala yang kemudian diselipkan dengan bulu burung enggang gading. Tidak lupa pula, senjata tradisional khas Dayak, Mandau, juga dikenakan sebagai pelengkap.

Sementara itu, baju adat Dayak untuk perempuan dikenal sebagai King Bibinge. Baju ini terbuat dari bahan dan cara yang sama persis dengan King Baba. Namun, King Bibinge memiliki desain yang lebih sopan dengan aksesori yang menutup dada, ada kain bawahan, dan aksesori lain seperti manik-manik, hiasan bulu burung enggang, kalung, dan gelang.

Nah, itulah pakaian adat Kalimantan Barat dan keterangannya khusus untuk pakaian Dayak. Kedua jenis pakaian tersebut biasanya dikenakan saat upacara adat, namun juga dikenakan saat bertani dan berburu. Pakaian ini masih digunakan oleh masyarakat suku Dayak Kubu yang tinggal di pedalaman. Lalu, bagaimana dengan pakaian adat Melayu?

Pakaian Adat Melayu

Sama seperti pakaian adat Dayak, pakaian adat Melayu juga terdiri dari dua model, yaitu model untuk laki-laki dan perempuan. Pakaian adat laki-laki disebut dengan Telok Belanga. Pakaian ini terdiri dari baju dalaman dengan bahan satin berwarna kuning emas. Kuning emas memang identik dengan warna kerajaan Melayu.

Tidak hanya itu, baju dalaman tersebut kemudian juga dipadukan dengan celana panjang dan kain corak ingsang yang dililitkan di pinggang dan di lutut. Kemudian, songkok warna hitam juga dikenakan sebagai pelengkap.

Sementara itu, baju adat Melayu untuk perempuan disebut sebagai Baju Kurong. Pakaian ini terdiri dari baju terusan yang polos, kerah berbentuk bulat, dan resleting di bagian belakangnya. Kain khas corak ingsang juga digunakan sebagai bawahan. Telok Belanga dan Baju Kurong biasanya digunakan pada acara adat dan pernikahan.

Itulah penjelasan mengenai pakaian adat Kalimantan Barat dan keterangannya. Dua pakaian tersebut, Dayak dan Melayu, memang sudah sangat melekat sebagai pakaian adat Kalimantan Barat. Ciri khas dari masing-masing pakaian adat tersebut terlihat jelas. Inilah warisan dan kekayaan. Oleh karena itu, sudah sepantasnya dijaga dan dilestarikan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lengkap! Inilah Pakaian Adat Kalimantan Barat dan Keterangannya"

Posting Komentar