Iklan Responsive Bawah

Mengenal Mamanda dari Kalimantan Selatan, Teater Komedi Ala Kerajaan

Mamanda dari Kalimantan Selatan.

Pernahkah mendengar istilah Mamanda? Di Kalimantan Selatan, Mamanda terkenal sebagai kekayaan budaya. Teater komedi ini merupakan hiburan yang diminati oleh masyarakat Banjar. Mamanda dari Kalimantan Selatan merupakan kesenian tradisional yang hampir mirip dengan kesenian Lenong, namun ada ciri khasnya. Berikut ini jawabannya.

1. Cerita Seputar Kehidupan Kerajaan
Teater komedi tradisional dari Kalimantan Selatan ini sangat khas dengan atmosfer kerajaan. Teater ini mempunyai alur cerita seputar kehidupan kerajaan. Dalam menampilkan teater, setiap tokoh dituntut untuk menguasai peran yang dimainkan. Hal ini sangat penting mengingat alur cerita teater yang berlatar belakang kerajaan.

Kehidupan kerajaan pada zaman dahulu harus bisa dinyatakan dalam sebuah pertunjukan teater. Kehidupan keseharian di keraton, diskusi menyusun strategi perang, dan sebagainya, merupakan alur cerita yang dipentaskan.

2. Tokoh Cerita adalah Tokoh Kerajaan
Karena mengangkat tema kehidupan kerajaan, secara otomatis tokoh ceritanya adalah tokoh kerajaan. Teater ini diselenggarakan secara total, sehingga tokoh yang dihadirkan pasti lengkap. Secara umum, tokoh-tokohnya meliputi tokoh baku dan tokoh pendukung.

Tokoh baku meliputi raja, perdana menteri, wazir, mangkubumi, panglima perang, permaisuri, selir, putra mahkota, dan lainnya. Sebagai pembeda dari kesenian Lenong, Mamanda sering menghadirkan tokoh pendukung pada zaman kerajaan, seperti raja dari negeri seberang, perompak, kompeni, dan sebagainya, yang memperkaya cerita.

3. Alur Cerita Lebih Dominan Dibandingkan Improvisasi
Dalam memainkan teater ini, para tokoh cerita diperbolehkan untuk berimprovisasi. Improvisasi atau dialog spontanitas dilakukan untuk mengembangkan naskah menjadi percakapan yang menarik dan lebih bebas atau situasional. Meskipun demikian, alur cerita tetap menjadi pedoman utama. Unsur komedi hanya sebagai selingan.

Bahkan, ada pementasan teater yang murni menggunakan naskah cerita. Jadi, sama sekali tidak ada improvisasi dari para pemainnya. Walaupun demikian, tetap ada komedi di dalam cerita. Unsur komedi tersebut memang sudah tercantum dalam naskah cerita. Inilah ciri khas teater Mamanda dari Kalimantan Selatan.

4. Sarat Makna
Setiap cerita pasti mempunyai makna yang bisa diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Sama halnya dengan teater Mamanda dari Kalsel yang juga sarat makna. Ide cerita dalam Mamanda merupakan cerita bersejarah pada masa kerajaan dengan dialog ala kerajaan yang dilengkapi improvisasi untuk unsur komedinya.

Anda bisa menerapkan nilai moral yang ada pada kesenian tradisional ini. Kehidupan di lingkungan kerajaan yang masih kental dengan norma dan adat istiadat bisa diteladani pada masa sekarang. Budaya gotong royong dan sikap saling menghormati juga bisa diteladani.

5. Mempunyai Ragam Iringan
Pementasan teater memang dikemas secara menarik dengan iringan. Dalam memainkan keseluruhan cerita, para tokoh Mamanda diiringi dengan aneka ragam iringan. Pada mulanya, Mamanda diiringi dengan orkes Melayu disertai dengan dendangan lagu Melayu.

Akan tetapi, saat ini Mamanda diiringi dengan musik panting dengan lagu tertentu yang beragam, di antaranya Lagu Dua Harapan, Lagu Baladon, Lagu Tarima Kasih, dan masih banyak lagi. Beberapa lagu tersebut bisa dijadikan referensi untuk iringan selama pementasan Mamanda. Sesuaikan saja lagu dengan latar suasana cerita.

Bagaimana? Apakah lebih mengenal Mamanda? Ciri khas Mamanda tersebut merupakan pembedanya dari kesenian komedi lainnya. Selain cerita ala kerajaan bersejarah dan sarat nilai moral, teater komedi ini punya improvisasi komedi yang menghibur. Pantas saja jika banyak masyarakat Banjar yang gemar menyaksikan Mamanda dari Kalimantan Selatan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal Mamanda dari Kalimantan Selatan, Teater Komedi Ala Kerajaan"

Posting Komentar