Iklan Responsive Bawah

Istimewa! 4 Sisi Unik Kesenian Tradisional Wayang Kulit Banjar

Istimewa! 4 Sisi Unik Kesenian Tradisional Wayang Kulit Banjar

Istimewa! 4 Sisi Unik Kesenian Tradisional Wayang Kulit Banjar

Tak hanya wayang kulit dari daerah Jawa saja yang terkenal. Ternyata, wayang kulit juga dikenal di daerah Banjar dan menjadi salah satu warisan budaya yang sangat berharga. Wayang kulit Banjar ini mulai berkembang pada periode kepemimpinan Sultan Suriansyah. Berbeda dengan wayang kulit Jawa, wayang daerah Banjar ini punya 4 sisi unik berikut ini.

1. Ukuran Wayang Relatif Lebih Kecil
Pasti Anda sudah tahu tentang ukuran wayang kulit di Jawa, bukan? Dibandingkan dengan ukuran wayang kulit Jawa, wayang Banjar ini mempunyai ukuran yang relatif lebih kecil. Dengan ukuran yang lebih kecil ini, pertunjukan wayang menjadi lebih mudah karena simple dalam memegang tokoh-tokoh wayang.

Dengan ukuran yang relatif lebih kecil tersebut, wayang Banjar selalu konsisten dengan setiap ukuran wayang. Artinya, setiap tokoh wayang mempunyai ukuran yang sebanding, tidak ada yang ukurannya berbeda secara signifikan.

2. Tokoh Wayang Aduan
Pernahkah mendengar istilah wayang aduan? Jika belum, tak perlu penasaran lagi. Di sini akan dibahas mengenai wayang aduan. Dalam alur cerita wayang Banjar, terdapat tokoh aduan yang disebut dengan wayang aduan. Dalam wayang kulit Jawa memang tidak dikenal istilah wayang aduan ini.

Sebenarnya, wayang aduan adalah tokoh-tokoh wayang sebagai pihak yang berkonflik atau berseteru. Berhubung cerita yang diangkat dalam kisah wayang Banjar adalah tentang kerajaan, maka terdapat tokoh anak raja atau putera mahkota. Nantinya, putera mahkota ini akan berseteru atau bertarung dalam suatu sayembara.

Mereka akan bertarung memperujuangkan sayembara dan memperoleh hadiahnya. Dalam kisah pewayangan Banjar, tokoh yang beradu, yaitu para putera raja, maka tokoh tersebutlah yang dinamakan dengan wayang aduan.

3. Pertunjukan Wayang yang Singkat di Acara Tertentu
Pertunjukan wayang kulit Jawa sudah pasti semalam suntuk. Sama halnya dengan pertunjukan wayang kulit Banjar yang juga dipentaskan semalam suntuk sampai waktu Subuh. Akan tetapi, wayang dari daerah Banjar ini mempunyai durasi waktu singkat pada acara-acara tertentu. Apa sajakah itu?

Pada pesta perayaan pernikahan, ulang tahun, khitanan, ataupun acara pentas budaya, wayang kulit dari Kalimantan Selatan ini bisa ditampilkan dengan durasi yang lebih singkat apabila tidak ingin semalam suntuk. Durasi waktu untuk versi wayang kulit singkat ini adalah selama 1 jam atau lebih, yaitu antara 60-75 menit. Cukup singkat.

Dibandingkan dengan pertunjukan yang sampai semalam suntuk, durasi waktu tersebut cukup singkat dan penonton bisa lebih fokus mendengarkan alur cerita dari awal hingga akhir. Pertunjukan wayang yang singkat tersebut sebagai sarana pilihan untuk media hiburan dalam suatu acara.

4. Diiringi Gamelan Banjar yang Merdu
Pertunjukan wayang identik dengan gamelan sebagai pengiring cerita. Dalam hal ini, pementasan wayang kulit dari Pulau Kalimantan bagian selatan ini diiringi dengan gamelan Banjar yang suaranya khas dan merdu.

Perpaduan instrumen gamelan dengan seruling dan rebab yang merupakan komponen gamelan versi keraton bisa dipilih untuk mengiringi cerita wayang. Jika kesulitan mencari perangkat gamelan versi keraton, gamelan Banjar versi rakyat sudah cukup lengkap untuk mengiringi pertunjukan wayang yang memukau.

Demikianlah 4 sisi unik dari wayang kulit daerah Kalimantan Selatan yang harus Anda ketahui. Mengapa? Kekayaan daerah dari setiap sisi nusantara sebisa mungkin dikenal oleh para generasi muda, termasuk Anda. Wayang kulit Banjar adalah salah satu warisan budaya unik dan terlalu berharga apabila tidak dilestarikan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Istimewa! 4 Sisi Unik Kesenian Tradisional Wayang Kulit Banjar"

Posting Komentar