Iklan Responsive Bawah

Warna-Warni Nusantara, 5 Ragam Fungsi Musik Panting Banjar

Warna-Warni Nusantara, 5 Ragam Fungsi Musik Panting Banjar

Warna-Warni Nusantara, 5 Ragam Fungsi Musik Panting Banjar

Musik Panting Banjar adalah salah satu musik tradisional daerah Kalimantan Selatan yang sangat terkenal. Musik ini menjadi hiburan di kalangan masyarakat Banjar dan dijadikan sebagai musik pengiring dalam suatu acara atau pementasan. Selengkapnya, simak 5 ragam fungsi musik dengan Panting sebagai alat musik utamanya berikut ini.

1. Sebagai Media Hiburan
Setiap orang berhak merasa bahagia, bukan? Musik berperan penting menghadirkan unsur kebahagiaan. Musik Panting adalah salah satu sarana pemenuhan kebutuhan rohani manusia. Setiap orang yang mendengarkan atau memainkannya akan merasa nyaman, senang, dan bahagia.
Syair-syair lagu dalam Musik Panting yang terkadang mengandung unsur jenaka, akan mengundang tawa. Umumnya, masyarakat Banjar sangat akrab dengan musik tradisional yang menghibur ini. Dalam acara pernikahan, pentas seni, serta berbagai perayaan, umumnya terdapat pementasan Musik Panting.

2. Sebagai Sarana Pendidikan
Fungsi selanjutnya adalah sebagai sarana pendidikan. Dari segi penyajiannya, musik Panting termasuk ke dalam jenis ansamble campuran, yaitu terdiri dari beragam jenis alat musik. Musik Panting juga disebut sebagai Japin apabila diiringi dengan tarian. Pantun-pantun yang dilantunkan dalam musik ini bisa memperkaya wawasan sastra.

Keindahan pementasan musik Panting ini dapat menjadi sarana pendidikan seni musik. Selain berdampak pada pelestarian budaya, mempelajari musik tradisional akan meningkatkan kemampuan untuk mempelajari aneka alat musik dan aneka penyajian musik. Kombinasi musik Panting dengan tarian juga bisa dipelajari.

3. Sebagai Musik Religi
Musik Panting Banjar mempunyai ciri khas, yaitu merupakan ansamble musik yang ditampilkan dengan pantun-pantun sebagai syairnya. Dalam penyajian musik tradisional Kalimantan Selatan ini, syair-syair tersebut bisa berupa syair religi. Secara otomatis, musik pengiringnya juga menyesuaikan.
Upaya tersebut mampu menghasilkan musik religi yang sangat positif untuk menghibur sekaligus memberikan ketenangan dengan mengingat Sang Maha Pencipta. Musik Panting bergenre religi ini mengandung nilai-nilai agama dan moral untuk membentuk pribadi yang lebih baik.

4. Sarana untuk Mempererat Tali Silaturahmi
Fungsi selanjutnya adalah mempererat tali silaturahmi, baik sesama warga Kalimantan Selatan ataupun daerah lain yang tertarik dan mau mempelajari kebudayaan musik tradisional Kalsel ini. silaturahmi yang baik dapat terjalin saat belajar musik Panting secara berkelompok.
Setiap orang memegang perannya masing-masing, yaitu ada yang bermain panting, biola, menari, ataupun membacakan syair dalam bentuk pantun dengan intonasi yang indah. Anda bisa mengasah kemampuan saat mempelajari musik tradisional dalam bentuk ansamble ini.

5. Sebagai Potensi Lokal
Jangan salah, musik tradisional merupakan salah satu bentuk potensi lokal dari suatu daerah. Sudah menjadi kewajiban dari masyarakat setiap daerah untuk melestarikannya. Dalam hal ini, musik tradisional Panting yang dimiliki oleh masyarakat Banjar merupakan potensi lokal yang harus dilestarikan.

Musik Panting ini terdiri atas Panting sebagai alat musik utama, kemudian ada babun, gong, biola, suling bambu, tamburin, serta ketipak. Perpaduan alat musik ritmis dan melodis antara tradisional dan modern ini menjadi suatu ciri khas dari musik Panting ini. Kelestarian musik ini dapat mengangkat nama Kalimantan Selatan di mata dunia.

Musik adalah media hiburan. Di samping fungsi utamanya tersebut, terdapat berbagai fungsi lainnya yang sudah dipaparkan di atas. Peran penting musik Panting Banjar ini sangat besar dan sudah sepantasnya bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikannya, sehingga mampu menghindari klaim negara lain yang ingin memilikinya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warna-Warni Nusantara, 5 Ragam Fungsi Musik Panting Banjar"

Posting Komentar