Iklan Responsive Bawah

Mau Bisnis Properti? Ini Jenis Pajak Properti yang Perlu Diketahui

Bisnis properti merupakan bisnis yang sedang melesat dan sangat tinggi keuntungannya. Siapa pun bisa menjalankan bisnis ini selama memiliki modal dan keberanian untuk memulainya sebab risiko dari bisnis ini tetaplah ada sesuai dengan target yang dibuat. Anda yang akan menjalankan bisnis properti penting untuk mengetahui jenis pajak properti berikut ini. 

jenis pajak properti
PropertiData.com

1.    Pajak Bea


Pajak bea merupakan pajak yang tarifnya ditetapkan kepada pemilik sebuah rumah dengan besaran 5%. Pajak ini diatur dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 1997 dan telah efektif dijalankan sejak 1 Januari 1998. Jadi selama bisnis properti Anda berupa rumah, ruko, atau pun kos-kosan wajib melakukan pembayaran pajak bea. 

2.    Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)


Pajak PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) ini merupakan pajak wajib kepada para pebisnis properti baik dalam bentuk tanah atau pun sudah menjadi bangunan. Besaran pajak ditentukan dengan keadaan atau kondisi bumi atau tanah dan juga bangunan yang dimiliki.

Pajak PBB tertera dalam Pasal 6 UU No. 12 Tahun 1985 jo. UU No.12 Tahun 1994 jo. PP Nomor 25 Tahun 2002. Besarannya dihitung dari persentase tertentu dari nilai jual sebenarnya dengan ketetapan paling rendah 20% dan maksimal 100%. Jenis pajak properti ini besarannya ditetapkan sesuai dengan kondisi ekonomi nasional. 

3.    Pajak Penghasilan (PPh)


Usaha bisnis properti yang dijalankan tentu harus memiliki izin agar mendapatkan legalitas yang sah. Hal ini bersangkutan dengan pajak penghasilan yang harus dilaporkan setahun sekali, baik usaha masih berjalan atau pun sudah tutup. 

Pajak PPh diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1994. Dari pelaporan yang dilakukan maka besaran pajak akan dikenakan 5% dari penghasilan bruto bisnis properti Anda. Pajak ini wajib dilakukan jika tidak akan dikenakan denda sesuai peraturan berlaku.  

4.    Pajak PPN dan PPnBM


Kedua pajak ini dikenakan kepada bisnis properti barang mewah seperti apartemen, dan kondominium. PPN merupakan pajak yang akan dikenakan saat pembayaran uang muka dan saat pelunasan pembelian barang. 

Pajak ini akan dikenakan sesuai dengan besaran nilai transaksi yang dilakukan saat jual beli properti. Pajak dihitung oleh Anda kepada pembeli sehingga perihal ini akan diberitahukan saat melakukan kesepakatan jual beli. Pajak PPnBM juga dikenakan pada penjualan properti mewah ini yang tertulis dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2003 dengan besaran 20 persen.

Penting untuk Anda mengetahui jenis pajak properti ini agar dapat menghitung harga jual barang properti yang dimiliki. Penting pula untuk menghitung pengeluaran pajak yang akan dilakukan dalam setahun dengan semua aset properti yang dimiliki. Pengetahuan atas ajak akan membuat bisnis properti dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala di kemudian hari.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mau Bisnis Properti? Ini Jenis Pajak Properti yang Perlu Diketahui"

Posting Komentar