Usaha Pembenihan Dan Pemeliharaan Ikan Gurame


Ikan gurame merupakan ikan yang digemari oleh kalangan menengah ke atas untuk makanan sehari hari ataupun untuk hidangan makanan untuk menjamu tamu tamunya, ikan disukai semua orang alasannya daging ikannya yang buket/padet dan kenyal serta mempunyai rasa yang gurih. ikan ini merupakan ikan yang masa pertumbuhannya tidak mengecewakan lambat, dan banyak di sekitar daerah tinggal saya memelihara ikan gurame hanya untuk hobi atau hiburan diwaktu senggang, jarang yang melimpahkan penghasilan utamanya di pembenihan ikan gurame. sebetulnya perjuangan untuk pembenihan ikan gurame ini sangat anggun sekali prospek kedepannya.



Cara Pembenihan Ikan Gurame

Usaha pembenihan ikan gurame ini mencakup pemeliharaan induk pemijahan, penetasan telur ikan gurame, dan perawatan larva hingga berukuran sebesar biji oyong. Larva berumur 12-30 hari ini selanjutnya dirawat hingga bobotnya mencapai 10 - 15 g/ekor (umur 4 bulan). Benih sebesar ini siap untuk didederkan. Namun, ada juga yang menjual telur untuk di tetaskan.

Pemilihan Induk Gurame

USAHA PEMBENIHAN DAN PEMELIHARAAN IKAN GURAME USAHA PEMBENIHAN DAN PEMELIHARAAN IKAN GURAMECiri induk jantan yang dipilah yaitu adanya benjolan di kepala bab atas, rahang bawah yang tebal dan tidak adanya bintik pada kelopak sirip dada. Warna tubuhnya memerah berbintik hitam terperinci degan perut membentuk sudut tumpul. Sedangkan induk betina yang siap pijah ditandai dengan bentuk kepala bab atas datar rahang bawah tipis dan adanya bintik hitam pada kelopak sirip dada. Warna tubuhnya lebih terperinci daripada induk jantan dan bentuk perutnya besar bulat.

Ciri lainnya yaitu kelamin induk betina akan mengeluarkan telur berwarna putih bila perut ditekan ke arah kelamin. Sedangkan induk jantan yang sudah matang akan mengeluarkan sperma berwarna putih. Cara gampang memilih kematangan gonad induk jantan yaitu dengan melihat tingkah lakuya yang selalu beriringan bersama induk betina dan mulai menciptakan sarang dari rumput kering. Sementara itu, kematangan gonad betina sanggup dilihat dari perut yang membesar dan terasa lunak dikala diraba.

Pemijahan Ikan Gurame

Induk yang sudah matang gonad siap untuk ditebarkan di kolam pemijahan. Kolam pemijahan merupakan kolam khusus yang ukuran minimumnya 20 m2 dan maksimum 1.000 m2, dengan kedalaman 1-1,5 m. Kualitas air kolam pemijahan yang baik bersuhu 25 - 30 C, nilai pH 6,5 - 8,0, laju penggantian air 10-15% per hari, dan ketinggian air kolam 40 - 60 cm.

Di dalam kolam harus dipasang materi sarang dan sosog. Sosog sebagai daerah sarang telur diletakkan 25-30 cm dari permukaan air kolam, sementara materi sarang sanggup diletakkan di permukaan air atau di kedalaman 5-10 cm dari permukaan air.

Pemindahan induk dari kolam pemeliharaan sebaiknya dilakukan dengan memakai baskom. Perpindahan dengan cara ini akan mengurangi risiko stres pada ikan. Sebaiknya, induk diletakkan akrab pintu pemasukan air, alasannya pada bab tersebut oksigen yang terlarut di dalamnya masih tinggi. Padat tebar induk yaitu 1 ekor ikan untuk 5 m2 kolam, dengan perbandingan jumlah jantan : betina yaitu 1 : 3.

Proses pemijahan biasanya akan berlangsung satu ahad sehabis induk gurame berada di dalam kolam pemijahan. Keberhasilan pemijahan sanggup diamati dengan melihat permukaan air kolam. Jika tercium basi anyir yang diikuti dengan munculnya banyak minyak di permukaan air, berarti telah terjadi proses pemijahan.

Setelah pemijahan selesai. Pengambilan sarang dilakukan secara hati-hati dengan cara memegang sisi luar bab paling bawah sarang.

Penetasan Telur Gurame
Sarang yang telah diangkat dari kolam pemijahan dimasukkan ke dalam ember yang berisi air dan adonan Metheline Blue. Telur yang hidup biasanya berwarna kuning cerah atau bening transparan, sedangkan telur yang gagal menetas berwarna putih suram dan tidak transparan. Telur-telur yang mati harus disingkirkan supaya tidak menular ke telur yang sehat.

Selanjutnya sarang dalam ember tersebut dibawa ke daerah penetasan. Telur akan menetas dalam kurun waktu 41 jam. Tempat penetasan sebaiknya berada di lingkungan tenang, alasannya telur tidak akan menetas bila sering kaget.

Dahulu banyak petani yang menetaskan telur gurame di kolam penetasan yang sekaligus juga merupakan kolam pemijahan. Telur-telur yang telah dibuahi induk jantan akan dijaga oleh induk betina hingga menetas. Gerakan induk betina di sekitar sarang akan menjadikan bertambahnya oksigen terlarut di dalam air, dan akan menghidupkan telur-telur yang dijaganya. Telur akan menetas menjadi larva pada hari ke 11 � 12.

Pemeliharaan Benih / Penebaran Benih Ikan Gurame
Benih yang sudah berukuran 0,5 g/ekor sudah sanggup dipelihara dalam happa yang dipasang pada kolam atau kolam pemeliharaan benih. Teknologi pemeliharaan dengan happa merupakan teknik untuk memacu pertumbuhan gurame semenjak dini. Pemeliharaan dengan happa ini akan menghasikan benih yang bongsor dan sehat.

Happa dibentuk dengan cara mengikat kain halus pada tonggak bambu yang ditancapkan ke dasar kolam. Jumlah tonggak bambu yang diperlukan minimum empat buah. Jika ukuran happa cukup besar, di bab sisi terpanjang happa perlu ditambah 2 tonggak untuk menahan happa biar tidak jatuh. Atur posisi happa biar terendam dua pertiga bab dalam air kolam.

Benih ditebar pada pagi atau ore hari dengan padat penebaran 75-100 ekor/m2. Selama pemeliharaan, benih diberi pakan berupa pelet halus tiga kali sehari dengan takaran 10% dari bobot badan per hari. Setelah dipelihara selama 3 - 4 bulan di dalam happa, benih sanggup ditebar di kolam pendederan.

Pakan Setelah Penetasan
Pemberian pakan sanggup dimulai sehabis larva dipindahkan. Pakan berupa cacing rambut (Tubifex sp.), Daphnia sp., Moina sp., atau pakan alami lainnya yang sesuai ukurannya. Benih gurame sanggup dipelihara di akuarium, kolam kayu yang dilapisi plastik, kolam tembok atau ditebar eksklusif ke kolam pendederan. Pemeliharaan benih pada wadah terkontrol harus dilengkapi dengan aerasi untuk suplai oksigen dan terhindar dari kontak eksklusif dengan hujan. Pakan awal berupa cacing rambut, Daphnia sp., Moina sp., atau sumber protein hewani lainnya. Bahan-bahan nabati sanggup mulai diberikan sehabis larva berumur 36-40 hari. Sedangkan pakan buatan (pelet) sanggup diberikan dengan menyesuaikan bukaan verbal ikan.Lama pemeliharaan dan benih yang dihasilkan antara lain: Benih berumur 40 hari sanggup mencapai ukuran 1-2 cm (setara ukuran kuku). Benih berumur 80 hari sanggup mencapai ukuran 2-4 cm (setara ukuran jempol). Benih berumur 120 hari sanggup mencapai ukuran 4-6 cm (setara ukuran silet). Dan benih berumur 160 hari sanggup mencapai ukuran 6-8 cm (setara ukuran korek di masyarakat).

Belum ada Komentar untuk "Usaha Pembenihan Dan Pemeliharaan Ikan Gurame"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel