Hukum Shalat Idul Fitri Tanggal 2 Syawal

 namun alasannya yaitu tidak ada tempat shalat idul fitri yang bersahabat Hukum Shalat Idul Fitri Tanggal 2 Syawal
Bagaimana hukumnya, lebaran ikut hari Jumat, tapi Shalat Id hari Sabtu. Boleh?

TANYA: Hari Idul Fitri 1 Syawal sering berbeda antara NU, Muhammadiyah, dan Pemerintah. Jelas, hal ini menciptakan umat Islam bingung! Tahun 2015 ini misalnya, Muhammadiyah tetapkan lebaran Jumat 17 Juli 2015. NU kemungkinan Sabtu 18 Juli. Pemerintah biasanya ngikut NU.

Nah, jikalau kita lebaran ikut Muhammadiyah (17/7), namun alasannya yaitu tidak ada tempat shalat idul fitri yang dekat, kita shalat Id-nya ikut NU (18/7) alias tanggal 2 Syawal berdasarkan perhitungan kalender ormas Muhammadiyah, bagainama hukumnya?

JAWAB: Dalam keadaan atau kondisi darurat, dibolehkan shalat idul fitri di hari kedua lebaran atau tanggal 2 Syawal. Jadi, dibolehkan karena kondisinya darurat.

Hal itu merujuk pada kasus masa Nabi Saw, ketika diketahui 1 Syawal belakangan.

عَنْ أَبِي عُمَيْرِ بْنِ أَنَس عَنْ عُمُومَةٍ لَهُ مِنَ اَلصَّحَابَةِ  أَنَّ رَكْبًا جَاءُوا فَشَهِدُوا أَنَّهُمْ رَأَوُا الْهِلَالَ بِالْأَمْسِ فَأَمَرَهُمْ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يُفْطِرُوا  وَإِذَا أَصْبَحُوا يَغْدُوا إِلَى مُصَلَّاهُمْ

"Dari Abu Umairah Ibnu Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu dari paman-pamannya di kalangan shahabat bahwa suatu kafilah telah datang, kemudian mereka bersaksi bahwa kemarin mereka telah melihat hilal (bulan sabit tanggal satu), maka Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan mereka supaya berbuka dan esoknya menuju tempat sholat mereka"  [HR. Ahmad dan Abu Dawud]

Hadits di atas menunjukan akan keterlambatan informasinya datangnya awal Syawal. Hal itu gres diketahui oleh Rosulullah Saw keesokan harinya, sehabis matahari zawal melalui rombongan musafir yang gres tiba di kota Madinah.

Karena tidak memungkin shalat Idul Fitri ditunaikan di siang hari pada ketika itu, maka dia Saw mengundurkan keesokan harinya, sementara puasanya dibatalkan hari itu.

Syaikh Abu Malik berpendapat, ketidaktahuan akan datangnya waktu id kecuali sehabis matahari zawal yaitu bab dari udzur sehingga sholat id sanggup ditunaikan pada hari kedua.

Imam Shon’ani berkata : Hadits di atas merupakan dalil bahwa sholat id sanggup ditunaikan pada hari kedua alasannya yaitu informasi datangnya awal syawal diketahui sehabis keluarnya waktu sholat.

Sholat Id sanggup juga ditunaikan tanggal 2 Syawal bila terjadi perbedaan pendapat wacana awal syawal yang sering terjadi di Indonesia.

Bila kita meyakini bahwa sholat id jatuh hari Kamis, sementara tidak ada yang melakukan pada hari Kamis di tempat tempat tinggal kita, maka sholat sanggup kita tunaikan pada hari Jumat. Atau demi kebersamaan dan menjaga persatuan, sanggup saja kita melakukan pada hari Jumat. Wallahu a'lam bish-shawabi. (https://www.karimganas.com/).*

Belum ada Komentar untuk "Hukum Shalat Idul Fitri Tanggal 2 Syawal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel