Macam – Macam Hormon Dan Zpt Tanaman



MACAM – MACAM  HORMON DAN  ZPT TANAMAN diantaranya yaitu :

 1. Hormon Auksin

Hormon tanaman mirip indolasetat yang berfungsi untuk merangsang pembesaran sel, sintesis DNA kromosom, serta pertumbuhan aksis longitudinal tanaman., gunanya untuk merangsang pertumbuhan akar pada stekan atau cangkokan. Auksin sering dipakai untuk merangsang pertumbuhan akar dan sebagai materi aktif sering yang dipakai dalam persiapan hortikultura komersial terutama untuk akar batang. Mereka juga sanggup dipakai untuk merangsang pembungaan secara seragam, untuk mengatur pembuahan, dan untuk mencegah gugur buah.(yang termasuk Auksin IBA, NAA, 2,4-D). Auksin Golongan NAA menggunakan merek dagang antara lain: Altagro, Atonik. Sedang Auksin 2,4 D dijual dengan nama Premix. Auksin alami banyak terdapat didalam cairan biji jagung muda yang masih berwarna kuning, air seni sapi, ujung koleoptil tumbuhan oat, umbi bawang merah dan air kelapa.

            Golongan Auksin : Indole Aceti Acid (IAA), Napthalene Acetic Acid (NAA), 2,4-D, CPA dan Indole Acetic Acid (IBA). Yang paling penting dari keluarga auksin yakni indole-3-asam asetat (IAA). Ini menghasilkan dampak auksin pada tumbuhan secara menyeluruh, dan yang paling ampuh dari auksin alami, namun molekul kimiawi IAA yakni yang paling labil di larutan air, sehingga IAA tidak dipakai secara komersial sebagai regulator pertumbuhan tanaman.


• Yang termasuk golongan auksin alami : 4-chloro-asam indoleasetis, asam fenilasetis (PAA) dan indole-3-asam butirik (IBA).
• Sedang  auksin buatan antara lain 1-asam nafthaleneasetis (NAA), 2,4-asam dichlorophenoxyasetis (2,4-D), dan lain-lain.

Auksin takaran tinggi sanggup merangsang produksi Etilen. Kelebihan Etilen malah sanggup menghalangi pertumbuhan, menimbulkan gugur daun (daun amputasi), dan bahkan membunuh tanaman. Beberapa auksin sintetis mirip 2,4-D dan 2,4,5-asam trichlorophenoxyacetic (2,4,5-T) telah dipakai sebagai herbisida.

tanaman berdaun luas (dicotil) jauh lebih rentan terkena auksin daripada daun tumbuhan monokotil mirip tumbuhan rumput-rumputan. Auksin sintetis ini yakni distributor aktif dalam “Agen Oranye” yaitu defolian atau defoliant (peranggas atau zat yang merangsang pertumbuhan yang cepat dan tidak terkendali dan balasannya merontokkan daun-daunnya sampai meranggas) yang dipakai secara ekstensif oleh pasukan Amerika di perang Vietnam.

2. Hormon Giberelin atau asam giberelat (GA3)

Merupakan hormon perangsang pertumbuhan tanaman yang diperoleh dari Gibberella fujikuroi atau Fusarium moniliforme, aplikasi untuk memicu munculnya bunga dan pembungaan yang serempak (Misalnya GA3 yang termasuk hormon perangsang pertumbuhan golongan gas) merek dagang antara lain: Top- G.Giberelin alami banyak terdapat didalam umbi bawang merah.

3. Hormon Sitokinin

Adalah hormon tumbuhan turunan adenin berfungsi untuk merangsang pembelahan sel dan diferensiasi mitosis, disintesis pada ujung akar dan ditranslokasi melalui pembuluh xylem. Aplikasi Untuk merangsang tumbuhnya tunas pada kultur jaringan atau pada tumbuhan induk, namun sering tidak optimal untuk tumbuhan dewasa. sitokinin mempunyai struktur mirip adenin yang mempromosikan pembelahan sel dan mempunyai fungsi yang sama lain untuk kinetin. Kinetin yakni sitokinin pertama kali ditemukan dan dinamakan demikian alasannya yakni kemampuan senyawa untuk mempromosikan sitokinesis (pembelahan sel). Meskipun itu yakni senyawa alami, Hal ini tidak dibentuk di tanaman, dan alasannya yakni itu biasanya dianggap sebagai "sintetik" sitokinin (berarti bahwa hormon disintesis di tempat lain selain di pabrik). 

            Sitokinin telah ditemukan di hampir semua tumbuhan yang lebih tinggi serta lumut, jamur, bakteri, dan juga di banyak RNA dari prokariota dan eukariota. Saat ini ada lebih dari 200 sitokinin alami dan sintetis serta kombinasinya. Konsentrasi sitokinin yang tertinggi di kawasan meristematik dan kawasan potensi pertumbuhan berkelanjutan mirip akar, daun muda, pengembangan buah-buahan, dan biji-bijian.


Sitokinin pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Amerika berjulukan Folke Skoog pada tahun 1954. Sitokinin umumnya ditemukan dalam konsentrasi yang lebih tinggi di kawasan meristematik dan jaringan yang berkembang. Mereka diyakini disintesis dalam akar dan translokasi melalui xilem ke tunas. biosintesis sitokinin terjadi melalui modifikasi biokimia adenin. Proses dimana mereka disintesis yakni sebagai berikut :

Sebuah produk jalur mevalonate disebut pirofosfat isopentil yakni isomer, isomer ini kemudian sanggup bereaksi dengan adenosine monophosphate dengan pertolongan sebuah enzim yang disebut isopentenyl AMP synthase, hasilnya yakni isopentenyl adenosin-5-fosfat (AMP isopentenyl). Produk ini kemudian sanggup dikonversi menjadi adenosin oleh isopentenyl pemindahan fosfat oleh fosfatase dan selanjutnya dikonversikan ke isopentenyl adenin dengan menghilangkan kelompok ribosa. Isopentenyl adenin sanggup dikonversi ke tiga bentuk utama sitokinin alami. Degradasi sitokinin sebagian besar terjadi alasannya yakni enzim oksidase sitokinin. Enzim ini menghapus rantai samping dan rilis adenin. Derivitives juga sanggup dibentuk tetapi jalur yang lebih kompleks dan kurang dipahami.

            Ada beberapa macam sytokinin yang telah diketahui, diantaranya kinetin, zeatin (pada jagung), Benziladenin (BA), Thidiazuron (TDZ), dan Benzyl Adenine atau Benzil Amino Purin (BAP). Sitokinin ditemukan hampir di semua jaringan meristem.

Peranan sitokinin antara lain:
1. Bersama dengan auksin dan giberelin merangsang pembelahan sel-sel tanaman
2. Merangsang morfogenesis ( inisiasi / pembentukan tunas) pada kultur jaringan.
3. Merangsang pertumbuhan pertumbuhan kuncup lateral.
4. Merangsang ekspansi daun yang dihasilkan dari pembesaran sel atau merangsang pemanjangan titik tumbuh daun dan merangsang pembentukan akar cabang
5. Meningkatkan membuka stomata pada beberapa spesies.
6. Mendukung konversi etioplasts ke kloroplas melalui stimulasi sintesis klorofil.
7. Menghambat proses penuaan (senescence) daun
8. Mematahkan dormansi biji
Sitokinin alami terdapat pada air kelapa.

4.   Hormon Etilen   

            hormon yang berupa gas yang dalam kehidupan tumbuhan aktif dalam proses pematangan buah Aplikasi mengandung ethephon, maka kinerja sintetis ethylen berjalan optimal sehingga tujuan semoga buah cepat masak bisa tercapai. (misalnya: Etephon, Protephon) 

5.   Hormon Asam absisat (ABA)

            Sebagai penghambat tumbuh (Inhibitor/retardant) pada ketika tumbuhan mengalami stress, fitohormon ini dipakai untuk mengompakkan pertumbuhan batang semoga tumbuhan terlihat sangat baik. Pada komposisi dan perlakuan tertentu sanggup merangsang pertumbuhan tunas anakan dengan cepat dan serentak. Misalnya : untuk golongan Paclobutrazol brand dagang antara lain: Cultar, Bonzi) dan Uniconazole (merk dagang Sumagic). Golongan inhibitor adalah: Paclobutrazol, Ancymidol, TIBA, dan CCC.

6.   Brassinolide (kelompok brassinosteroid)

            fitohormon yang mirip steroid pada binatang dan mempunyai respon yang mirip dengan giberellin. Beberapa fungsi brasinolid yakni sebagai berikut : meningkatkan laju perpanjangan sel tumbuhan, menghambat penuaan daun (senescence), menimbulkan lengkuk pada daun rumput-rumputan, menghambat proses gugurnya daun, menghambat pertumbuhan akar tumbuhan, meningkatkan resistensi pucuk tumbuhan kepada stress lingkungan, menstimulasi perpanjangan sel di pucuk tumbuhan, merangsang pertumbuhan pucuk tumbuhan, merangsang diferensiasi xylem tumbuhan, menghambat pertumbuhan pucuk pada ketika kahat (defisien) udara dan endogenus karbohidrat. Brassinolide tersintesis dari asetil CoA melalui jalur asam mevalonik.

Belum ada Komentar untuk "Macam – Macam Hormon Dan Zpt Tanaman"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel