Pengeritan Puasa Qadha

 puasa untuk menggantikan puasa Ramadhan yang kita tinggalkan lantaran suatu alasannya yakni syar Pengeritan Puasa Qadha
Puasa Qadha adalah puasa untuk menggantikan puasa Ramadhan yang kita tinggalkan lantaran suatu alasannya yakni syar'i. Puasa Qadha yakni puasa utang yang wajib dibayar. Seperti layaknya utang, kalau sudah punya uang seyogyanya eksklusif dibayar tunai, jangan ditunda-tunda apalai hingga utang berikutnya. Manusia pun ketika diutangi kemudian belum dibayar sudah hutang lagi, niscaya kesal juga bukan? Demikian Pula dengan puasa.

Jika kita meninggalkan puasa pada bulan Ramadhan dan berdasarkan hukum harus diganti, berarti itu utang. Kita utang puasa kepada Allah dan pembayaran atau pelunasanya kepada Allah harus lebih baik dari pada utang kepada makhluk. Pada dikala kita punyawaktu untuk mengerjakan puasa Qadha, kita harus melakukanny. Allah telah memberi waktu batas waktu tenggang hingga satu tahun bukan?

Dalam Hadist riwayat Muslim, Aisyah pernah mengqadha ketinggalan puasa pada bulan Sya'ban.
Tentang kewajiban mengganti hari-hari yang ditinggalkan dalam puasa Ramadhan Allah berfirman yang kurang lebih artinya sebagai berikut:
 puasa untuk menggantikan puasa Ramadhan yang kita tinggalkan lantaran suatu alasannya yakni syar Pengeritan Puasa Qadha (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kau ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu), memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu kalau kau mengetahui (al-Baqarah 184)

Berdasarkan ayat diatas dijelaskan bahwa puasa qadha diberlakukan bagi mereka yang meninalkan puasa Ramadhan lantaran sakit, perjalanan,haid atau nifas, hamil dan menyusui. Tata cara puasa Qadha sanggup dilakukan eksklusif atu terputus-putus sebanyak utang puasa yang harus di ganti.

Ibnu Umar yang meriwayatkansebuah hadist bahwa Rassulillahsaw, telah berpesan wacana mengqadha puasa Ramadhan.
"jika ia suka dilakukan secara terputus-putus dan kalau tidak maka teru menerus" (HR ad-Daruquthni)
Demikian sedikit klarifikasi dan ulasan wacana Pengertian Puasa Qadha. Semoga bermanfaat. Jangan lupa baca juga keutamaan puasa senin kamis bagi seorang muslim.

Belum ada Komentar untuk "Pengeritan Puasa Qadha"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel