Perlindungan Tanaman

            Seiring dengan munculnya problem yang dihadapi oleh para petani yaitu mengenai perlindungan tanaman, diantaranya tanaman pertanian sering diganggu dan dirusak oleh organisme pengganggu yang secara hemat sangat merugikan kaum kita yaitu petani. Organisme pengganggu tumbuhan dikenal sebagai hama, penyakit tanaman, dan gulma (tumbuhan pengganggu) sering disingkat menjadi OPT.

            Untuk menghindari kerugian  karena serangan OPT, tumbuhan dilindungi dengan cara mengendalikan OPT tersebut dengan istilah “mengendalikan” , OPT tidak perlu diberantas habis alasannya memang tidak mungkin. Dengan perjuangan pengendalian, populasi atau tingkat kerusakan alasannya OPT ditekan serendah mungkin sehingga secara hemat tidak merugikan. Semua upaya pengendalian OPT yakni melindungi tumbuhan dengan mempertimbangkan factor-faktor teknis, ekonomi, ekologi dan social, semoga tumbuhan tumbuh dan berkembangan secara sehat sehingga bisa menawarkan hasil dan laba yang optimal.

Dimasa kemudian orang beranggapan bahwa perlindungan tanaman merupakan upaya pengendalian hama dan penyakit tumbuhan secara eksklusif namun, donasi tumbuhan telah berkembang sedemikian luas meliputi semua acara secara eksklusif atau tidak eksklusif yang bertujuan untuk membuat pertanaman yang sehat. Upaya pengendaliaan hama, penyakit, dan gulma secara eksklusif hanyalah merupakan bab dari keseluruhan donasi tanaman. Keseluruhan upaya yang mungkin untuk melindung tumbuhan atau membuat tumbuhan yang sehat diantaranya sebagai berikut :

    1.     Aturan pemerintah, contohnya karantina tumbuhan, sertifikasi  benih, pendaftaran pestisida, dan sebagainya.

    2.     Pemilihan jenis tumbuhan serta varietas tumbuhan yang cocok untuk kawasan atau lokasi tertentu.

    3.     Pemilihan varietas yang tahan terhadap  hama atau penyakit tertentu.

  4.     Pemilihan benih yang murni (varietasnya tidak tercampur dengan varietas yang lain), sehat    dan berdaya kecambah tinggi.

    5.     Teknik budidaya yang baik untuk membuat kondisi tumbuhan yang sehat misalnya, dengan pemilihan lokasi yang cocok, menghindari kawasan berkumpulnya hama, penyakit,  gulma Dan rotasi tanaman.

Upaya pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) di upayakan dengan cara-cara sebagai berikut :

    a.     Membunuh OPT secara langsung

Upaya membunuh organisme pengganggu tumbuhan dilakukan dengan cara sebagai berikut

-        Pengendalian OPT secara fisik dan mekanik

-        Penanaman tumbuhan perangkap dan sesudah OPT terkumpul dibunuh

-        Pengendalian dengan cara musuh alami diantaranya dengan predator

-        Pengendalian secara kimiawi dengan produk-produk donasi tumbuhan (pestisida)

    b.     Menekan kehidupan dan sikap OPT

Untuk menekan kehidupan dan sikap OPT dilakukan dengan cara sebagai berikut

-        Sterilisasi OPT (misalnya serangga), baik dengan cara kimawi

-        Penggunaan zat pengatur tumbuh dan zat-zat penghambat pertumbuhan

-        Menggunakan produk-produk pengusir hama atau pengumpul hama

-        Menggunakan zat-zat kimia untuk mengacaukan gerakan serangga dan menghilangkan nafsu makan serangga

-        Memutus siklus hidup OPT contohnya dengan rotasi tumbuhan dll.

    c.      Memodifikasi tumbuhan

Upaya memodifikasi tumbuhan dengan cara sebagai berikut

-        Menciptakan varietas tumbuhan yang tahan hama serta penyakit tertentu lewat pemuliaan tumbuhan atau rekayasa genetic

-        Penggunaan zat pengatur tumbuh tanaman

-        Imunisasi tumbuhan terhadap hama atau penyakit tertentu (terutama virus)

-        Menggunakan plant activator untuk menawarkan daya tahan pada tanaman

    d.     Memodifikasi lingkungan

Upaya memodifikasi lingkungan dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut

-        Kultur teknik (pengolahan tanah, menaikan pH tanah, pemupukan, dll)

-        Pertanian system hidroponik

-        Menggunakan system tertutup (green house)

Dari uraian diatas tampak terang bahwa pengendalian hama secara kimiawi hanyalah merupakan bab dari keseluruhan cara-cara pengendalian hama, penyakit dan gulma dibidang pertanian. Meskipun demikian, pengendalian OPT secara kimiawi telah memegang peranan yang terlalu secara umum dikuasai sehingga kita sering lupa bahwa ada banyak cara lain untuk mengendalikan OPT selain menyemprotkan pestisida. Disamping terlalu dominan, penggunaan pestisida juga sering dilakukan secara tidak benar. Kita masih sering melihat petani mencampur sekian banyak pestisida tanpa bantalan an yang kuat, penggunaan larutan semprot yang berlebihan, penggunaan nozzle yang asal saja, dan sebagainya. Kita juga sering melihat petani meyemprotkan pestisida tanpa menggunakan alat pelindung badan yang memadai.

Pestisida yaitu racun. Karena bersifat racun itulah, maka pestisida dibuat, dijual, dan digunakan untuk meracuni organisme pengganggu tumbuhan OPT. setiap penggunaan racun mengandung resiko (bahaya). Resiko tersebut tidak sanggup dihindarkan alasannya terbawa oleh pestisida itu sendiri, walaupun pestisida mengandung resiko kita sebagai petani diperlukan sanggup megelola resiko tersebut, sehingga tidak membahayakan penggunanya, konsumen, dan sekitar lingkungan.

Belum ada Komentar untuk "Perlindungan Tanaman"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel