Saat Lebaran, Haruskah Saling Minta Maaf?

 Apakah memang harus mengucapkan mohon maaf lahir batin Saat Lebaran, Haruskah Saling Minta Maaf?
Hukum Bermaaf-maafan atau Mohon Maaf ketika Idul Fitri.

TANYA: Assalamu'alaikum admin... Apakah ketika lebaran (idul fitri) memang diharuskan kita bermaaf-maafan? Apakah memang harus mengucapkan mohon maaf lahir batin? Terima kasih atas penjelasannya.

JAWAB: Wa'alaikum salam wr wb. Mohon maaf atau saling bermaafan ketika lebaran hukumnya tidak harus, tidak sunah, namun juga tidak dilarang. Hukumnya yaitu boleh (mubah).

Tidak ada nash atau dalil Al-Quran maupun hadits, yang mengharuskan kita bermaaf-maafan ketika lebaran. Juga tidak ada dalil yang mengharuskan kita mengucapkan "mohon maaf lahir batin" ketika lebaran. Demikian juga tidak ada dalil yang melarangnya.

Bermaaf-maafan atau minta maaf ketika lebaran, hanyalah tradisi umat Islam Indonesia, bukan menurut teladan dari Rasulullah Saw dan para sahabat.

Menurut sejumlah hadits, ketika hari Idul Fitri atau usai Ramadhan, Rasulullah Saw dan para sahabat ketika bertemu "hanya" saling mendoakan dengan upacan "taqabbalallahu minna wa minkum" (semoga Allah mendapatkan amalan kami dan kalian).

Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[Fathul Bari 2/446] : “Dalam “Al Mahamiliyat” dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, beliau berkata (yang artinya) : Para sahabat Nabi Saw bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya: Taqabbalallahu minnaa wa minkum (Semoga Allah mendapatkan dari kami dan darimu)”.

Ibnu Qudamah dalam “Al-Mughni” (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Saw. Mereka bila kembali dari Shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain: Taqabbalallahu minnaa wa minka.

Beberapa sahabat menambahkan ucapan shiyamana wa shiyamakum yang artinya puasaku dan puasa kalian.

Jadi, minta maaf ketika lebaran itu tradisi dan itu baik. Bermaaf-maafan ketika lebaran, bahkan ketika hendak memasuki Ramadhan, itu tradisi yang baik, bukan sunnah, alasannya yaitu tidak ada dalil dan teladan yang menegaskan kesunahannya.

Mohon Maaf Kapan Saja
Islam memerintahkan minta maaf kapan saja, terutama begitu berbuata kesalahan.

Islam tidak memerintahkan umatnya bermaaf-maafan dalam waktu tertentu. Islam tidak menetapkan waktu tertentu untuk bermaafan, termasuk tidak menetapkan lebaran sebagai waktunya saling bermaafan.

“Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini beliau wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum tiba hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jikalau orang tersebut mempunyai amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jikalau beliau tidak mempunyai amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang beliau zhalimi” (HR. Bukhari).

Kesimpulan
  1. Mohon maaf atau saling bermaafan ketika lebaran hukumnya tidak harus, tidak sunah, namun juga tidak dilarang. Hukumnya yaitu boleh (mubah). 
  2. Islam memerintahkan minta maaf kapan saja begitu berbuata kesalahan, bukan menunggu lebaran! Tapi, bermaafan ketika lebaran pun tidak ada larangan. Ini tradisi baik, tidak ada dalil yang melarangnya.
Demikian seputar Hukum Bermaaf-maafan atau Mohon Maaf ketika Idul Fitri.  Wallahu a'lam bish-shawabi.

Belum ada Komentar untuk "Saat Lebaran, Haruskah Saling Minta Maaf?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel